Sepertinya Mereka Itu Potret Anak Sholeh
1. Nabi Muhammad Saw.
2. Kita (orang-orang shalat)
3. Hamba Allah yang shaleh
4. Keluarga Nabi Muhammad
5. Keluarga Nabi Ibarahim
Suatu saat saya bertanya kepada seorang Guru Besar Tafsir dari UIN Sunan Kali Djaga Yogyakarta, Prof. Dr. Muhammad Chirzin, "sampai dimana batasan keluarga Nabi Muhammad Saw. yang didoakan?". Profesor itu menjawab, "kita semua ummat Islam ini" Profesor ini menafsirkannya berdasarkan Q.S. al-Baqarah/2:124
وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ
Walaupun ayat di atas teksnya doa Nabi Ibrahim a.s. namun dimaknai oleh Profesor itu, itulah batasa keluarga. Yang tidak termasuk dalam doa itu, orang Islam yang zhalim. Yang zhalim itu yang menjadikan ajaran Islam tidak terlihat (gelap), alias tidak mengamalkannya. Dengan sendirinya yang orang yang selalu didoakan orang yang shalat, mereka yang shalat dan kemudian mereka mengamalkan ajaran Allah, mereka itu disebut orang sholeh.
Nah bagaimana kita orang Islam, terkadang juga melanggar aturan Allah, termasuk "berbohong, menyakiti hati orang lain, dokki, tidak perduli terhadap anak yatim dan orang miskin, kurang bersungguh-sungguh mendidik anak, dan sebagainya", apakah kita termasuk yang didoakan itu? Karena kezhaliman manusia, ada sama sekali tidak terlihat, bagaikan malam gelap gulita. Tapi ada yang tidak gelap kali masih terlihat. Singkatnya cahaya doa orang yang shalat sangat ditentukan dengan tingkat sinar cahaya ilahi dan keterhalangannya ditentutukan juga dengan tingkat kezhaliman.
SEMOGA KITA TERMASUK ORANG YANG DIDOAKAN
dengan pendidikan

About the Author

0 komentar: